Tuhan adalah Kekasih Jiwa yang Dapat Merindu


Berapa kali kita mengunjungi pacar kita? Seberapa sering kita memikirkan hadiah untuk sahabat kita? Atau sampai seberapa cemas kita menunggu di depan pintu rumah karena anak kita belum pulang? Semua itu tentulah karena kita sayang pada mereka.

Berpisah dari orang yang kita cintai sungguh membuat diri kita menderita. Tidak ada obat apapun di dunia ini yang dapat menyembuhkannya. Tidak perduli bahwa pacar, sahabat, dan anak itu tidak pernah memikirkan kita. Tidak perduli apakah mereka memberikan hadiah pada kita, kita tetap memikirkanya. Padahal kalau dipikir-pikir, anak kita sering melawan perintah kita. Pacar kita sering cemburu tak beralasan bahkan sahabat kita mungkin pernah mengkhianati kita. Tetapi kita tetap mencintainya. Ya, itulah cinta.

Tapi pernahkan kita berpikir mengganti kata pacar, sahabat, dan anak tadi dengan Tuhan? Saya sebelumnya juga tidak pernah berpikir demikian. Tuhan itu Mahakuasa. Apalagi yang dibutuhkan olehNya. Tuhan sudah mempunyai segalanya, lantas apa yang bisa kita berikan padaNya? Saya bernyanyi untuk Tuhan. Tapi darimana pita suara di mulut kita. Tuhan. Dia yang menciptakan. Begitu juga dengan bakat menyanyi. Tuhan juga yang memberikannya. Masa kita harus memberikan balik apa yang Tuhan berikan pada kita? Itu kan milik Tuhan.

Tuhan memang memberikan kita segala talenta. Masing-masing orang diberikan talenta yang tidak sama. Ada satu talenta. Ada juga yang dua. Bahkan sampai lima. Tuhan tidak ingin talenta itu kembali kepadaNya dengan jumlah yang sama. Tuhan ingin kita mengembangkannya. Dengan mempelajari talenta kita dan berusaha mahir pada talenta itu, maka kita sebenarnya menyenangkanNya juga. Menyenangkan hati Tuhan karena kita, tidak dapat dibuat Tuhan sendiri. Kitalah yang berusaha dan membuatNya senang. Orang lain pun tidak dapat memberikan itu atas nama kita.

Lebih dari itu, Tuhan juga menginginkan kita secara pribadi. Banyak orang yang bisa bermain gitar, bernyanyi, memugar tempat ibadah dan menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan. Tetapi ada satu hal di dunia ini yang tak mungkin sama. Yaitu jiwa kita sendiri. Tuhan menginginkan hubungan pribadi dengan kita, oleh karena itu setiap bayi selalu diberi jejak untuk mengenal Tuhan. Setiap suara hati selalu rindu pada Tuhan. Jauh dariNya adalah kerinduan yang menyesakkan. Jika kita tahu bagaimana rasanya haus karena tidak minum dalam jangka waktu lama, maka bayangkan haus sebuah jiwa karena terpisah dari Allah selama-lamanya.

Sayangnya Tuhan itu lembut. Tuhan itu sabar. Tuhan tidak pernah berusaha memaksa jiwa-jiwa untuk mencintaiNya. Tuhan sudah cukup memberikan jejak untuk mengenalNya. Tuhan menunggu kita. Dan kitalah yang harus berlari mendapatkanNya. Ini tidak berarti Tuhan tidak berusaha atau kejam, tetapi Tuhan menginginkan kita mendatangiNya bukan karena terpaksa. Tuhan ingin kita benar-benar mencintaiNya. Adalah benar apabila dikatakan, Tuhan juga mempunyai kerinduan pada kita seperti seorang kekasih.

Tuhan adalah Kekasih Jiwa yang Dapat Merindu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Good Dreamer
Powered by Blogger.